ramuju
ramuju sr
ramuju delami
ramuju suprima

Apa Itu Kista

Share :

Apa Itu Kista

Table of Contents

Apa Itu Kista ialah Daging tumbuh yang abnormal, biasanya bukan kanker yang memuat cairan atau zat 1/2 padat, sering kadang mengundang nyeri. Kista adalah sebuah kantung yang terbentuk dari jaringan membran dan berisiko cairan, udara, semisolid, sampai zat lainnya. Kista bisa terlihat pada sebagian bagian tubuh sampai di bawah kulit.

Gejala Kista

Gejala utamanya adalah benjolan yang tumbuh pada bagian tubuh tertentu, yang letaknya tergantung kepada type yang dialami. Benjolan bisa tumbuh di wajah, leher, dada, punggung, kulit kepala, telapak tangan, dan telapak kaki.

Namun, sebagian tumbuh di bagian tubuh dalam sehingga perkembangan benjolan tidak bisa dirasakan bersama dengan baik, layaknya pada payudara sampai ovarium.

Kista miliki perkembangan dan perkembangan yang sangat lambat. Selain itu, ia termasuk tidak membawa dampak rasa nyeri pada pengidapnya, kalau kalau mengalami infeksi.

Berikut ini sinyal kista mengalami infeksi:

  • Keluar darah atau nanah berbau tidak sedap dari benjolan.
  • Kemerahan di kulit kira-kira area.
  • Infeksi yang membawa dampak nyeri.
  • Kaku atau kesemutan, terutama pada bagian tubuh yang ditumbuhi kista.
  • Mual dan muntah.
  • Demam.
  • Pusing.

Selain infeksi, suasana ini termasuk bisa membawa dampak rasa tidak nyaman. Ketika ukuran kista sangat besar, ia bisa menimpa saraf atau pembuluh darah, tumbuh pada tempat yang sensitif, sampai merubah faedah organ tubuh.

Penyebab Kista

Berikut ini hal-hal yang bisa membawa dampak atau memperparah kista:

  • Kondisi genetik.
  • Tumor.
  • Infeksi.
  • Kelainan pada perkembangan embrio.
  • Cacat pada sel.
  • Kondisi inflamasi kronis.
  • Penyumbatan pada saluran pada tubuh.
  • Parasit.
  • Cedera.

Faktor Risiko Kista

Berikut ini sebagian segi pemicu yang kudu diketahui:

1.Usia

Menurut U.S National Library of Medicine (NLM), wanita yang berusia di antara umur pubertas sampai menopause menempati risiko paling tinggi untuk terkena kista di bagian ovarium. Pasalnya pada era ini wanita masih mengalami periode menstruasi. Pada waktu wanita mengalami menstruasi, munculnya benjolan cairan di ovarium bisa saja terbentuk. Ini bukan jadi masalah sepanjang benjolan di ovarium bisa hilang bersama dengan sendirinya, tidak membesar, dan tidak membawa dampak gejala.

Kondisi penyebab kista ovarium jarang berlangsung pada wanita setelah menopause. Namun, wanita yang sudah menopause dan mempunyai benjolan memuat cairan di ovarium mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk terkena kanker ovarium.

2. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Wanita yang miliki sindrom ovarium polikistik mempunyai risiko benjolan di ovarium yang lebih tinggi. Sindrom ovarium polikistik berlangsung dikala tubuh tidak mengolah cukup hormon bagi folikel dalam ovarium untuk melewatkan sel telur. Akibatnya, terbentuklah benjolan folikel. Sindrom ovarium polikistik termasuk bisa mengganggu mengolah hormon pada wanita, sehingga banyak masalah yang bisa berlangsung gara-gara hal ini.

3. Endometriosis

Endometriosis berlangsung waktu bagian dari jaringan yang melapisi rahim (endometrium) terbentuk di bagian luar rahim, layaknya pada tuba falopi, ovarium, kandung kemih, usus besar, vagina, ataupun rektum. Terkadang, kantung memuat darah (benjolan/fibroid) terbentuk pada jaringan ini. Benjolan memuat yang terbentuk gara-gara endometriosis ini disebut bersama dengan endometrioma. Benjolan ini bisa membawa dampak pengidap jadi sakit waktu berhubungan intim dan sepanjang periode menstruasi.

4. Obat penyubur kandungan

Obat penyubur kandungan biasanya dipakai untuk menopang ovulasi (melepaskan sel telur) layaknya gonadotropin, clomiphene citrate, ataupun letrozole. Ini gara-gara mereka bisa merubah keseimbangan hormon dalam tubuh. Penggunaan obat penyubur kandungan termasuk bisa menambah risiko terdapatnya benjolan di ovarium, seringnya dalam type kista fungsional.

Penggunaan obat ini bisa membawa dampak terbentuknya suasana ini dalam jumlah banyak dan dalam ukuran besar pada ovarium. Kondisi ini disebut bersama dengan sindrom hiperstimulasi ovarium (ovarian hyperstimulation syndrome).

5. Kemoterapi bersama dengan tamoxifen

Wanita pengidap kanker payudara yang pernah menjalankan kemoterapi bersama dengan tamoxifen miliki risiko terdapatnya benjolan di ovarium yang lebih tinggi. Tamoxifen bisa membawa dampak terbentuknya benjolan di ovarium Namun, benjolan memuat cairan ini bisa hilang setelah penyembuhan selesai.

Baca lebih lanjut mengenai kami dalam artikel ini: Hal-Hal yang Perlu Diketahui Tentang Miom dan Kista.

Diagnosis Kista

Dokter bisa lakukan diagnosis bersama dengan lakukan pengecekan fisik pada benjolan. Namun untuk memastikannya, dokter kudu lakukan pengecekan lanjutan, seperti:

  • Uji Pencitraan. Dokter bisa menjalankan USG, CT scan, atau MRI, terutama apabila benjolan tidak terlihat langsung (misalnya, kista ovarium). Uji pencitraan dikerjakan untuk lihat isikan benjolan, dan apakah benjolan berbentuk kanker.
  • Biopsi. Biopsi adalah pengambilan sampel jaringan untuk diteliti di laboratorium. Biopsi akan menopang dokter menentukan apakah suasana ini berbentuk kanker.

Pengobatan Kista

Kista bisa hilang bersama dengan sendirinya tanpa diobati. Pengidap pun bisa mempercepat sistem penyembuhan bersama dengan pemakaian kompres hangat. Namun jangan mencoba memecahkannya, gara-gara bisa membawa dampak infeksi.

Bila tidak hilang, kunjungi dokter spesialis untuk memperoleh penanganan medis. Dokter bisa menghilangkan kista bersama dengan sebagian metode berikut:

  • Pengangkatan lewat operasi, apabila aspirasi tidak berhasil.
  • Menyuntikkan kortikosteroid, kegunaan kurangi radang.
  • Menusuk kista bersama dengan jarum dan lakukan penyedotan (aspirasi) cairan.

Komplikasi Kista

Kista yang membesar bisa membawa dampak rasa tidak nyaman pada pengidapnya. Maka sebaiknya langsung lakukan pengecekan kalau mengalami bermacam keluhan kesehatan yang berkaitan bersama dengan kemunculan suasana ini.

Pencegahan Kista

Meskipun pada biasanya tidak bisa dicegah, tapi sebagian jenisnya bisa dihindari. Contoh, Kalazion bisa dicegah bersama dengan bersihkan kelopak mata manfaatkan pembersih yang lembut. Sedangkan pilonidal, bisa dicegah bersama dengan memelihara kulit tetap kering dan bersih, dan juga tidak duduk sangat lama. Wanita bersama dengan ovarium bisa menghambat terbentuknya baru bersama dengan minum pil KB.